PT Sokonindo Automobile resmi mengumumkan harga DFSK E5 Plus untuk pasar Indonesia. Kendaraan berteknologi plug in hybrid tersebut ditawarkan dalam dua pilihan, yakni DFSK E5 Plus dengan harga Rp500 juta dan E5 Plus NICE Package seharga Rp550 juta.
Pengumuman dilakukan dalam acara peluncuran pers di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026. DFSK E5 Plus menjadi model plug in hybrid pertama dari merek DFSK yang dipasarkan di Indonesia. Mobil ini mengisi kelompok SUV menengah dengan kabin tiga baris dan kapasitas enam penumpang.
Harga tersebut menempatkan E5 Plus di tengah persaingan kendaraan keluarga elektrifikasi yang semakin ramai. DFSK mencoba menarik konsumen melalui kombinasi jarak jelajah panjang, kabin dengan captain seat, rangkaian fitur bantuan mengemudi, serta kemampuan menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan harian.
Dua Pilihan Harga Dibuka untuk Konsumen Indonesia
DFSK E5 Plus standar dipasarkan dengan harga Rp500 juta. Konsumen yang menginginkan paket lebih lengkap dapat memilih E5 Plus NICE Package seharga Rp550 juta. Selisih keduanya mencapai Rp50 juta.
Perusahaan menyebut NICE sebagai dasar pengembangan pengalaman berkendara E5 Plus. Sebutan tersebut mengacu pada New Energy Long Range, Intelligent Safety, Comfort Family Space, dan Exciting Driving Experience. Empat bagian itu mencakup jarak jelajah, keselamatan pintar, kenyamanan kabin keluarga, serta karakter berkendara.
DFSK belum menjabarkan seluruh perbedaan perlengkapan antara versi standar dan NICE Package secara rinci dalam laporan peluncuran awal. Konsumen perlu meminta daftar fitur tertulis kepada tenaga penjualan agar mengetahui perangkat yang hanya tersedia pada paket tertinggi.
Informasi tersebut penting karena beberapa fitur yang diperkenalkan bersamaan dengan mobil ini mencakup parkir otomatis, sistem bantuan pengemudi Level 2, layar hiburan belakang, jok berventilasi, sistem audio 13 pengeras suara, serta Vehicle to Load. Belum tentu seluruh perangkat itu tersedia dengan susunan yang sama pada kedua pilihan harga.
Menurut penulis, selisih Rp50 juta baru dapat dinilai layak setelah DFSK membuka daftar perlengkapan setiap versi secara terperinci. Konsumen membutuhkan informasi yang jelas, bukan hanya nama paket yang terdengar lebih lengkap.
Pemesanan Awal Menembus 1.100 Unit
Sebelum harga diumumkan, DFSK telah membuka pemesanan awal mulai 23 Juni 2026. Dalam waktu sekitar satu bulan, perusahaan mencatat 1.100 pemesanan E5 Plus.
Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile Franz Wang menilai angka tersebut menunjukkan penerimaan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang menggabungkan efisiensi, kenyamanan, dan keleluasaan perjalanan. Sejumlah fitur yang banyak mendapat perhatian meliputi kabin lapang, hiburan penumpang belakang, jok berventilasi, serta jarak jelajah yang panjang.
Besarnya jumlah pemesanan perlu dilihat bersama ketentuan booking fee yang sangat ringan. DFSK hanya meminta biaya pemesanan awal sebesar Rp5.000 selama periode 23 Juni sampai 28 Juli 2026. Nilai itu memungkinkan banyak calon konsumen mengamankan antrean sebelum menentukan pembelian akhir.
Angka pemesanan karena itu belum dapat disamakan sepenuhnya dengan penjualan atau pengiriman unit. Perusahaan masih perlu mengubah pemesan awal menjadi pembeli yang menyelesaikan surat pemesanan kendaraan dan pembayaran sesuai metode yang dipilih.
Meski demikian, catatan 1.100 unit memberi DFSK modal awal untuk memperkenalkan E5 Plus kepada pasar. Merek tersebut memperoleh gambaran mengenai minat konsumen sebelum mobil tersedia secara lebih luas di jaringan penjualan.
Mesin Bensin Dipadukan dengan Motor Listrik
DFSK E5 Plus menggunakan mesin bensin empat silinder berkapasitas 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik. Motor penggeraknya menghasilkan tenaga maksimum 160 kW atau sekitar 215 tenaga kuda.
Sistem tersebut menggunakan teknologi Smart Power System DE i atau Seres Super Hybrid System. Pengelolaan energi mengatur penggunaan motor listrik dan mesin bensin sesuai keadaan baterai, permintaan tenaga, kecepatan kendaraan, serta kondisi perjalanan.
Pada sistem plug in hybrid, baterai dapat diisi dari sumber listrik luar. Pengemudi dapat memanfaatkan mode listrik untuk perjalanan tertentu, sementara mesin bensin tersedia ketika daya baterai menurun atau kendaraan menempuh rute lebih panjang.
Susunan seperti ini menyasar pengguna yang ingin merasakan karakter mobil listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian. Untuk perjalanan dalam kota, tenaga baterai dapat digunakan lebih banyak. Saat bepergian antarkota, mesin bensin membantu memperpanjang jarak jelajah.
E5 Plus juga menggunakan tangki bahan bakar berkapasitas 60 liter. Baterainya mempunyai kapasitas 25 kWh pada spesifikasi yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia.
Mode Listrik Diklaim Mencapai 140 Kilometer
DFSK menyatakan E5 Plus mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer menggunakan tenaga listrik murni. Angka tersebut diperoleh berdasarkan standar pengujian NEDC.
Jarak 140 kilometer dapat mencukupi perjalanan harian banyak keluarga apabila tempat tinggal memiliki akses pengisian daya. Pemilik dapat mengisi baterai pada malam hari, lalu memakai tenaga listrik untuk perjalanan menuju kantor, sekolah, pusat belanja, atau kegiatan lain di dalam kota.
Namun, hasil penggunaan sehari hari dapat berbeda dari angka laboratorium. Jarak listrik dipengaruhi kecepatan, kemacetan, suhu, penggunaan pendingin kabin, beban penumpang, tekanan ban, kontur jalan, dan gaya mengemudi.
Pengujian NEDC juga cenderung menghasilkan angka yang lebih tinggi daripada kondisi jalan yang berubah ubah. Konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap baterai selalu mampu memberikan jarak tepat 140 kilometer dalam seluruh keadaan.
Kemampuan menggunakan mode listrik akan paling terasa ketika pengisian dilakukan secara rutin. Pemilik yang jarang mengisi baterai dari sumber luar tidak akan memanfaatkan seluruh kelebihan sistem plug in hybrid. Kendaraan tetap dapat berjalan dengan bantuan mesin bensin, tetapi pola pemakaian energinya menjadi berbeda.
Jarak Gabungan Diklaim Menyentuh 1.400 Kilometer
Ketika baterai dan tangki bahan bakar berada dalam keadaan penuh, DFSK mengklaim E5 Plus mampu menempuh jarak gabungan hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Jarak tersebut menjadi salah satu nilai jual utama karena pengguna tidak perlu terlalu sering berhenti mengisi bahan bakar ketika melakukan perjalanan panjang. Mesin bensin juga mengurangi kekhawatiran ketika pengemudi berada di wilayah yang belum memiliki banyak fasilitas pengisian kendaraan listrik.
Klaim 1.400 kilometer bukan berarti mobil dapat selalu menempuh jarak itu dalam sekali perjalanan. Kondisi lalu lintas, kecepatan, muatan, jalan menanjak, penggunaan pendingin udara, serta ketersediaan daya regeneratif ikut memengaruhi hasil sebenarnya.
Pengemudi juga perlu memahami cara sistem memilih sumber tenaga. Pada beberapa keadaan, motor listrik menjadi penggerak utama. Pada keadaan lain, mesin bensin dapat bekerja untuk menghasilkan tenaga atau membantu mengatur kebutuhan energi.
Keunggulan PHEV muncul ketika kedua sumber tenaga digunakan dengan benar. Perjalanan pendek dapat memanfaatkan baterai, sementara rute panjang ditangani melalui kerja bersama mesin dan motor listrik.
Kabin Enam Penumpang Mengandalkan Captain Seat
Versi Indonesia hadir sebagai SUV enam penumpang. Susunan kursinya menggunakan dua tempat duduk di baris pertama, dua captain seat di baris kedua, serta dua tempat duduk di baris ketiga.
Captain seat memberikan ruang personal lebih besar dibandingkan bangku panjang. Celah di antara kedua kursi juga memudahkan akses menuju baris ketiga tanpa harus selalu melipat tempat duduk baris kedua.
Jok baris kedua dilengkapi ventilasi pada perlengkapan yang diperkenalkan DFSK. Fitur ini membantu mengalirkan udara melalui permukaan tempat duduk sehingga penumpang tidak cepat merasa panas saat perjalanan panjang.
Kenyamanan baris kedua diperkuat oleh layar hiburan keluarga berukuran 15,6 inci dalam paket keuntungan pemesanan awal. Perangkat tersebut disebut mempunyai nilai Rp20 juta dan ditujukan untuk penumpang belakang.
Konfigurasi enam penumpang membuat E5 Plus lebih mengutamakan kenyamanan daripada jumlah tempat duduk. Keluarga yang membutuhkan kapasitas tujuh orang perlu memperhatikan hal tersebut karena model Indonesia berbeda dari beberapa pasar luar negeri yang menawarkan susunan tujuh kursi.
Ukuran Bodi Masuk Kelompok SUV Menengah
DFSK E5 Plus mempunyai panjang 4.760 milimeter, lebar 1.865 milimeter, dan tinggi 1.710 milimeter. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.785 milimeter.
Ukuran tersebut memberi ruang bagi tiga baris kursi sekaligus mempertahankan bentuk SUV menengah. Jarak sumbu roda yang panjang membantu menyediakan ruang kaki, terutama untuk penumpang baris pertama dan kedua.
Bodi berukuran besar juga membutuhkan perhatian ketika digunakan di jalan sempit atau tempat parkir padat. Fitur kamera dan parkir otomatis menjadi perangkat yang berguna bagi pengemudi yang belum terbiasa membawa SUV sepanjang hampir 4,8 meter.
Tampilan depannya menggunakan bentuk grille tertutup dengan lampu yang tersambung secara visual. Bagian belakang memakai lampu memanjang, sedangkan sisi kendaraan diberi aksen krom pada area jendela.
Desain tersebut dibuat lebih bersih dibandingkan sejumlah produk DFSK terdahulu yang memakai grille besar. Identitas E5 Plus diarahkan untuk menunjukkan bahwa kendaraan tersebut membawa sistem elektrifikasi.
Fitur Parkir Otomatis Membantu Manuver
Salah satu perangkat yang ditonjolkan DFSK adalah sistem parkir otomatis. Teknologi ini memanfaatkan sensor dan kamera untuk mendeteksi ruang yang tersedia, kemudian membantu mengarahkan kendaraan masuk ke posisi parkir.
Fitur tersebut dapat berguna ketika pengemudi melakukan parkir paralel atau mundur di lokasi sempit. Bodi E5 Plus yang cukup panjang membuat bantuan sensor dan kamera mempunyai fungsi besar dalam mengurangi titik yang sulit terlihat.
Versi setir kanan E5 Plus yang diperkenalkan secara global juga mempunyai sistem penginderaan dengan radar dan sejumlah sensor. Varian pintarnya dilengkapi pandangan panorama 540 derajat untuk membantu pengemudi memeriksa bagian sekitar kendaraan.
Pengguna tetap memegang tanggung jawab selama proses parkir. Kamera dapat tertutup kotoran, marka ruang parkir dapat tidak terbaca, dan sensor mempunyai batas pengenalan. Pengemudi harus tetap memperhatikan orang, sepeda motor, tiang, trotoar, serta benda rendah.
ADAS Level 2 Membawa Belasan Fungsi Bantuan
DFSK E5 Plus dibekali sistem bantuan pengemudi Level 2. Paketnya mencakup adaptive cruise control, lane keeping assist, traffic jam assist, automatic emergency braking, rear cross traffic alert, dan forward collision warning.
Perangkat lainnya meliputi door open warning, rear collision warning, blind spot detection, lane change assist, serta Collision Mitigation Support. Sejumlah laporan menyebut jumlah keseluruhan fungsi bantuan mengemudi mencapai 18 fitur.
Adaptive cruise control membantu mempertahankan kecepatan sekaligus mengatur jarak dengan kendaraan di depan. Lane keeping assist memberikan bantuan agar mobil tidak keluar dari jalur secara tidak sengaja.
Rear cross traffic alert berguna ketika kendaraan mundur dari ruang parkir dengan pandangan samping terbatas. Door open warning dapat memperingatkan penumpang ketika ada kendaraan atau pengguna jalan yang mendekat dari belakang sebelum pintu dibuka.
Seluruh teknologi tersebut bersifat membantu. Level 2 tidak membuat kendaraan dapat berjalan sendiri tanpa pengawasan. Pengemudi harus tetap melihat jalan, memegang kendali, dan siap mengambil alih ketika sistem tidak dapat membaca keadaan secara tepat.
Suspensi Dirancang untuk Menjaga Kenyamanan Keluarga
E5 Plus menggunakan suspensi independen dengan pengaturan yang diarahkan pada kenyamanan. Salah satu teknologi yang disebut dalam perlengkapannya adalah Frequency Selective Damping Smooth.
Sistem peredam tersebut bekerja menyesuaikan respons terhadap gerakan suspensi. Tujuannya adalah mengurangi getaran saat kendaraan melewati permukaan tidak rata sekaligus menjaga kestabilan ketika bodi bergerak pada kecepatan lebih tinggi.
Kenyamanan suspensi menjadi bagian penting bagi kendaraan tiga baris. Penumpang paling belakang biasanya merasakan gerakan bodi lebih besar karena duduk dekat bagian roda belakang.
Bobot baterai juga memengaruhi penyetelan kendaraan plug in hybrid. Penempatan baterai perlu diimbangi dengan pengaturan peredam dan pegas agar mobil tetap stabil ketika membawa enam penumpang serta barang.
Penilaian akhir mengenai kelembutan dan pengendalian tetap membutuhkan pengujian langsung di jalan Indonesia. Spesifikasi di atas kertas belum dapat menunjukkan sepenuhnya respons kendaraan ketika melewati polisi tidur, jalan bergelombang, tikungan, atau perjalanan dengan muatan penuh.
Vehicle to Load Menambah Kegunaan Baterai
DFSK turut memasukkan fitur Vehicle to Load atau V2L. Perangkat ini memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk menyalakan peralatan listrik tertentu melalui konektor yang sesuai.
V2L dapat dipakai untuk mendukung kegiatan luar ruang, menyalakan perangkat kerja, mengisi perlengkapan elektronik, atau menyediakan sumber listrik sementara. Besar daya keluaran serta daftar peralatan yang aman digunakan perlu mengikuti buku petunjuk kendaraan.
Pengguna harus memperhatikan sisa baterai agar mobil tetap mempunyai tenaga untuk mencapai tujuan berikutnya. Penggunaan perangkat berdaya besar dalam waktu panjang dapat mengurangi jarak berkendara listrik.
Fitur tersebut menambah fungsi baterai ketika kendaraan sedang berhenti. Namun, konsumen perlu memastikan apakah V2L menjadi perlengkapan standar pada versi Rp500 juta atau hanya masuk NICE Package.
Unit Akan Dirakit di Pabrik Cikande
DFSK menyatakan E5 Plus untuk Indonesia akan diproduksi secara lokal melalui skema perakitan di fasilitas Cikande, Banten. Perusahaan sebelumnya menjelaskan bahwa produk yang diluncurkan untuk pasar Indonesia disesuaikan dengan kebutuhan jalan dan pengguna setempat.
Produksi lokal memberi peluang bagi DFSK untuk mengatur pasokan unit, suku cadang, dan pengembangan jaringan pendukung. Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa E5 Plus tidak hanya diposisikan sebagai produk impor dalam jumlah terbatas.
Versi setir kanan telah diperkenalkan secara global di Hong Kong pada Juni 2026. DFSK menyebut sistem antarmuka dan fitur bantuan mengemudi versi setir kanan disesuaikan untuk kebiasaan penggunaan di Asia Tenggara. Sistem hiburannya juga mendukung bahasa Indonesia serta konektivitas seperti CarPlay dan Spotify.
Penyesuaian perangkat lunak penting karena fungsi perintah suara, tampilan menu, navigasi, dan pengenalan kondisi jalan perlu sesuai dengan pengguna di negara tujuan.
Menurut penulis, perakitan lokal harus diikuti ketersediaan komponen serta teknisi yang menguasai sistem baterai dan plug in hybrid. Harga menarik akan lebih kuat apabila pengalaman kepemilikan setelah pembelian juga terjaga.
Paket Pemesanan Awal Bernilai hingga Rp60 Juta
Konsumen yang mengikuti program pemesanan awal mendapat paket keuntungan dengan nilai total hingga Rp60 juta. Program tersebut berjalan dari 23 Juni sampai 28 Juli 2026 dengan biaya pemesanan Rp5.000.
Paketnya mencakup layar hiburan keluarga 15,6 inci senilai Rp20 juta. DFSK juga menawarkan servis berkala gratis sampai lima tahun atau 100.000 kilometer serta karpet lantai dengan nilai paket Rp5 juta.
Perlengkapan lain berupa wall charger 7 kW senilai Rp15 juta. Konsumen juga bisa memperoleh perlindungan asuransi hingga Rp20 juta melalui mitra pembiayaan yang dipilih.
Calon pembeli perlu memeriksa ketentuan pemasangan wall charger. Keadaan instalasi listrik rumah, jarak kabel, panel tambahan, daya pelanggan PLN, dan lokasi parkir dapat memengaruhi pekerjaan pemasangan.
Ketentuan servis juga perlu dibaca secara rinci, termasuk komponen yang ditanggung, biaya bahan, jadwal perawatan, serta syarat kilometer. Istilah servis gratis tidak selalu berarti seluruh suku cadang diganti tanpa biaya.
Pembeli Perlu Memastikan Garansi Baterai dan Layanan Bengkel
Harga Rp500 juta sampai Rp550 juta membuat E5 Plus berhadapan dengan konsumen yang semakin teliti terhadap garansi. Selain perlindungan kendaraan, informasi mengenai baterai, motor listrik, sistem pengisian, dan komponen hibrida perlu diperiksa sebelum transaksi.
DFSK telah menyatakan akan memperkuat layanan melalui pengelolaan kualitas, pengembangan tenaga teknis, jaringan suku cadang, dan platform pelayanan digital. Namun, cakupan layanan di setiap wilayah dapat berbeda sehingga calon pembeli perlu memeriksa diler terdekat.
Pemilik yang tinggal di luar kota besar sebaiknya menanyakan apakah bengkel setempat sudah mempunyai teknisi dan alat pemeriksaan untuk E5 Plus. Proses penanganan kendaraan plug in hybrid membutuhkan prosedur berbeda dari mobil bensin biasa karena terdapat sistem tegangan tinggi.
Konsumen juga perlu meminta penjelasan mengenai garansi kapasitas baterai, kondisi yang membatalkan garansi, biaya perawatan setelah masa gratis berakhir, serta ketersediaan kendaraan pengganti apabila perbaikan membutuhkan waktu panjang.
Pengujian langsung tetap menjadi langkah penting sebelum membeli. Calon pengguna dapat memeriksa posisi duduk, akses baris ketiga, ruang bagasi saat seluruh kursi digunakan, respons motor listrik, kualitas kamera, kerja ADAS, dan kemudahan mengisi baterai. Harga pembuka sudah diumumkan, tetapi kecocokan E5 Plus baru dapat dinilai setelah seluruh fungsi dicoba sesuai kebutuhan keluarga.






